Thursday, May 10, 2012

SMA VS SMK, pilih yang mana?

Gambar dipinjam dari sini


Dalam pelajaran sebelumnya, kamu telah diajak mengenali diri lebih dalam. Mulai dari kelebihan dan kekurangan diri, sampai dengan jenis kecerdasan mana yang dominan pada diri kamu. Kuesioner tentang Multiple Intelligence[1] atau Kecerdasan Majemuk dapat membantu kamu mengenali potensi yang kamu miliki saat ini. Dari hasil tersebut, kamu bisa menemukan apa sih sebetulnya minat dan bakat kamu.

Minat dan bakat yang kamu miliki juga bisa membantu kamu menentukan pilihan, mau ke mana setelah lulus SMP. Di Indonesia, kita mengenal SMA (Sekolah Menengah Atas), SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), dan MA (Madrasah Aliyah). Namun, kali ini kita akan merujuk pada dua jenis pendidikan, yaitu SMA dan SMK.

Sekolah Menengah Atas (SMA)
Merupakan pilihan umum bagi kebanyakan siswa selepas SMA. Sekolah ini mempersiapkan siswanya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas.

  • SMA ditempuh siswa dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 10 – 12. 
  • Pada tahun kedua atau kelas 11, siswa dapat memilih salah satu jurusan, IPA, IPS, atau Bahasa. 
  • Pada tahun ketiga atau kelas 12, siswa harus mengikuti Ujian Nasional sebagai syarat kelulusan jenjang pendidikan menengah.
  • Setelah lulus SMA, siswa dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi/politeknik/akademi/sekolah tinggi atau langsung bekerja.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Merupakan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan yang setingkat dengan SMA. Sekolah ini mempersiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja, karena materi yang diberikan merupakan gabungan antara teori dan praktek (dengan jumlah praktek lebih banyak). Jadi, keterampilan kerja siswa SMK lebih memadai dan menjadi tenaga siap pakai dalam dunia kerja. 

  • Umumnya, SMK ditempuh dalam waktu 3 tahun. Namun, ada beberapa SMK tertentu yang ditempuh dalam waktu 4 tahun (ditambah dengan PKL atau Praktek Kerja Lapangan selama 1 tahun). 
  • Penjurusan di SMK dimulai sejak awal masuk SMK, disesuaikan dengan minat siswa bersangkutan.
  • Siswa SMK juga mengikuti Ujian Nasional sebagai syarat kelulusan jenjang pendidikan menengah.
  • Setelah lulus SMK, siswa dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi/politeknik/akademi/sekolah tinggi, langsung masuk dunia kerja atau industri, atau membangun wirausaha.
  •  Ada bermacam-macam kelompok kejuruan atau bidang keahlian SMK di Indonesia, berikut jurusan atau program studi keahlian yang ada.
No.
Bidang Keahlian
Program Studi Keahlian
1.
Teknologi dan Rekayasa

Teknik bangunan, teknik geodesi & geomatika, teknik ketenagalistrikan, teknik mesin, teknik otomotif, teknik pesawat udara, teknik perkapalan, teknologi tekstil, teknologi grafika, teknik permesinan, teknik kimia, pelayaran, teknik industri, teknik perminyakan, teknik elektronika
2.
Teknologi Informasi dan Komunikasi
Telekomunikasi, teknik komputer & informatika, broadcasting
3.
Kesehatan
Kesehatan (keperawatan, keperawatan gigi, analisis kesehatan, farmasi, farmasi industri), perawatan sosial
4.
Seni, Kerajinan, dan Pariwisata
Seni rupa, desain & produksi kriya, seni pertunjukan, pariwisata, tata boga, tata kecantikan, tata busana
5.
Agribisnis dan Agroindustri
Agribisnis produksi tanaman, agribisnis produksi ternak, agribisnis produksi sumber daya perairan, mekanisasi pertanian, agribisnis hasil pertanian, penyuluhan pertanian, kehutanan
6.
Bisnis dan Manajemen
Administrasi, keuangan


Cara menentukan pilihan kamu!
Sebelum menentukan mau masuk ke mana, coba perhatikan lagi faktor-faktor berikut ini!

  • CITA-CITA kamu! Bertanyalah pada diri kamu sendiri, kamu mau jadi apa? Kamu punya cita-cita apa? Kalau kamu ingin sekali menjadi seorang dokter, sudah tentu jawabannya adalah masuk SMA dan jurusan IPA. Kalau kamu ingin ahli dalam teknologi penerbangan seperti Bapak BJ Habibie, silakan melirik SMK mana yang memiliki jurusan tersebut.
  • MINAT kamu! Ini adalah penentu utama ke mana pun kamu melangkah, baik SMA maupun SMK. Apa yang sudah kamu tulis melalui kelebihan – kekurangan diri dan kuesioner Kecerdasan Majemuk seharusnya cukup untuk membantu kamu mengenali minat kamu. Bertanyalah lagi pada diri sendiri, kegiatan atau pelajaran apa sih yang saya sukai? Suka berarti kamu selalu melakukan kegiatan atau tugas-tugas pelajaran itu sepenuh hati, sehingga hasilnya maksimal.
  • Kondisi keuangan keluarga. Pada beberapa orang, faktor ini bisa berpengaruh cukup besar dalam menentukan pilihannya. Kamu bisa berdiskusi dengan orang tua, bagaimana kondisi keuangan keluarga, apakah orang tua bisa membiayai pendidikan kamu hingga perguruan tinggi? Ataukah hanya cukup membiayai pendidikan kamu sampai selesai SMA saja, sehingga orang tua berkeinginan kamu bisa secepatnya bekerja?
  • Hasil diskusi dengan orang tua atau guru. Seperti juga poin no. 3, berdiskusi dengan orang tua atau guru tetap bisa membantu kamu mendapatkan jawaban mana yang kamu pilih. Meskipun begitu, berusahalah meyakinkan orang tua bahwa kamu MAMPU menentukan apa yang paling sesuai dengan kondisi kamu, serta BERTANGGUNG JAWAB pada pilihan tersebut. Keputusannya tetap pada kamu, orang tua atau guru hanya membantu memberikan saran. 
Jadi, pilih mana: SMA atau SMK? :)



[1] Kuesioner Kecerdasan Majemuk HANYA salah satu alat yang paling sederhana untuk mengetahui minat dan bakat seseorang. Jika kamu ingin mengetahui apa minat dan bakat kamu secara lebih detil, kamu bisa mengikuti tes minat dan bakat yang biasa dilakukan di biro psikologi. Pada beberapa SMA pun umumnya siswa akan diberikan kesempatan mengikuti tes minat bakat untuk mengetahui jurusan yang sesuai dengan siswa, baik saat penjurusan di SMA maupun kuliah.

Friendship Q & A (2) - kelas 7 B

Halo!
Setelah lama tidak memperbaharui isi blog, saya kembali!! :)
Kali ini saya akan membahas tentang pertemanan. Ada sekian banyak pertanyaan yang muncul dari siswa kelas 7 tahun ini. Pada post perdana di tahun 2012, berikut pertanyaan dan jawaban tentang pertemanan dari kelas 7 B. Silakan unduh artikel berikut!

Selamat membaca!


Friendship q & A_7b

Wednesday, December 7, 2011

Manajemen Waktu

video

Mengatur waktu itu susah-susah gampang. Ketika kita hanya memiliki waktu 24 jam 7 hari seminggu, kadang waktu yang sekian banyak pun terasa cepat berlalu. Belum lagi saat menyadari ada begitu banyak hal yang harus dilakukan, termasuk tugas, PR, atau mempersiapkan ulangan. Masih ditambah dengan tugas-tugas rutin di rumah. Duh, rasanya 24 jam itu masih kurang!

Bagaimana dengan kebiasaan kita menunda pekerjaan? Nah, ini penyakit lama yang rentan kambuh setiap saat. Pikiran 'ah masih lama kok mengumpulkan tugas ini' atau 'hari ini main dulu, besok baru bikin tugas' sering muncul dan menjadi alasan terkuat kita untuk menunda menyelesaikan tugas. Namun, semuanya baru terasa saat tugas semakin menumpuk tinggi. Akhirnya, kita kelabakan, panik dan....mengerjakan semuanya serba mepet. Jika semua dikerjakan menjelang waktu pengumpulan, apakah hasilnya akan baik? Biasanya sih...tidak. Jadi hanya alakadarnya saja, asal sudah mengumpulkan tugas. 

Untuk itulah, kita perlu belajar bagaimana mengelola waktu!
Penting untuk dimulai sejak dini, supaya kita juga membiasakan diri untuk hidup teratur dan mendahulukan hal-hal yang harus dikerjakan lebih dulu. 

Waktu, berapapun jumlahnya, sangat berarti. Kadang kita meremehkan keterlambatan satu menit, tetapi bagi orang lain, satu menit punya arti. Berbeda sepersekian milidetik bahkan menjadi bermakna jika kamu tanyakan pada Franklin Ramses Burumi, sprinter asal Papua yang berhasil meraih medali emas nomor 100 m pada SEA Games lalu. 

Bagaimana cara mengelola waktu yang benar? Berikut tips yang bisa kamu terapkan!
  • Buat jadual harian kamu dari bangun tidur sampai tidur kembali. Ini untuk melihat bagaimana pola rutinitas kamu tiap hari. Dari situ, hitunglah berapa banyak waktu yang kamu habiskan untuk belajar (di sekolah dan di rumah), waktu untuk beristirahat dan tidur, waktu untuk bersosialisasi bersama keluarga dan teman, dan waktu untuk dirimu sendiri (berdoa/solat, mandi, melakukan hobi). Jumlah waktu masing-masing kegiatan itu hanya untuk hari sekolah, karena pada hari libur atau akhir pekan tentu kamu akan lebih banyak menempatkan kegiatan santai. Komposisi ideal akan seperti ini:
    • Belajar di sekolah 8 jam, di rumah 2 jam
    • Tidur 8 jam
    • Bersosialisasi 3 jam
    • Me-time 3 jam 
  • Tentukan hal-hal yang menjadi PRIORITAS dalam hidup kamu saat ini. Misalnya, kamu masih bersekolah, maka prioritas utama adalah belajar dan kegiatan sekolah. Selain sekolah, hal yang perlu didahulukan juga adalah keluarga dan ibadah. Ehem, bagaimana dengan pacaran? ;) Well, setiap orang punya prioritasnya sendiri dan akan berbeda tentunya. Kalau kamu sudah punya pacar, boleh-boleh saja, asal belajar-sekolah-keluarga tetap nomor satu :)
  • Punya buku AGENDA! Boleh saja kamu mengatakan, 'kayak anak SD aja, pakai buku tugas.' Faktanya, selama ini kamu lebih banyak lupa pada tugas-PR-ulangan apa saja kan? Atau kamu lebih sering mengandalkan teman yang rajin mencatat dan tinggal sms atau bbm langsung beres. Bagaimana jika sekarang kamu belajar mengandalkan diri kamu sendiri? Jadi, milikilah satu buku khusus untuk mencatat jadual dan segala aktivitas sekolah. Tidak mesti agenda betulan, buku tulis biasa pun bisa jadi agenda. Percaya deh, beban pikiran kamu akan berkurang perlahan ketika kamu lebih rajin mencatat semua hal yang berhubungan dengan sekolah! 
  • Biasakan MENCICIL semua tugas. Sekolah itu berarti tugas yang berkepanjangan tiada akhir bak kereta api. Yang pasti sih tidak ada cerita guru-guru akan berkompromi soal waktu pengumpulan tugas. Setiap guru punya hak yang sama untuk memberikan tugas pada kamu sebagai bentuk penilaian selain ulangan. Jadi, kamu nggak bisa menyalahkan guru ketika ternyata ada dua atau tiga tugas sekaligus dikumpulkan bersamaan. Jalan keluar satu-satunya ya mengerjakan semua tugas itu lebih awal, sehingga hasil yang kamu peroleh pun baik. Ingat lho, mengumpulkan tugas sangat bisa membantu nilai-nilai kamu di rapor!
  • Mengimbangi kerja keras dan ISTIRAHAT cukup. Belajar pol-polan boleh, tetapi kamu juga perlu istirahat cukup. Makanya, belajar sambil begadang amat sangat tidak disarankan. Materi pelajaran bisa dihapal dan disikat habis, tetapi kondisi fisik kamu akan kepayahan saat ulangan tiba. Ujungnya malah nggak bisa konsentrasi. Tetap istirahat cukup, makan dan minum vitamin, sehingga kondisi kamu tetap fit.

The bad news is time flies. 
The good news is you’re the pilot 
(Michael Altshuler)


Dipinjam di sini


Tuesday, November 29, 2011

Find this words!

Teen Issues (Word Finder) Silakan unduh permainan mencari kata-kata ini dan temukan 20 kata yang berkaitan dengan isu-isu remaja! Selamat mencoba!

Citra Diri: bagaimana kamu memandang diri kamu sendiri


Saya selalu memulai pembelajaran di kelas 7 dengan mengenali diri sendiri. Mengapa penting? 
Bagi para siswa yang beranjak remaja, pencarian jati diri menjadi isu paling hot sepanjang masa remaja. Jika saat berseragam putih merah, identitas diri mereka baru terbatas pada hal-hal yang tampak secara kasat mata alias hal-hal fisik, maka memasuki masa remaja, identitas diri juga menyangkut pada hal-hal dalam diri yang ingin mereka tampilkan. Sebut saja, kelebihan, keahlian dalam hal tertentu, hal-hal yang disukai, dan lain sebagainya yang membuat diri mereka tampil unik. 

Keunikan itulah yang harus dipegang teguh oleh setiap individu. Dengan menyadari bahwa dirinya unik, kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki menjadi sesuatu yang membuat seseorang semakin spesial dan tidak ada duanya di dunia! 

Jadi, semakin kamu berhasil menemukan banyak hal positif dalam diri kamu, semakin kamu bahagia atas apapun yang kamu miliki sekarang. Semakin kamu happy dengan apa yang sudah kamu miliki, semakin kamu menghargai pula dirimu sendiri. Kalau bukan kamu yang memulai, siapa lagi? :)


Wednesday, November 23, 2011

Wow, you're amazing today!

Pujian.
Seberapa sering kamu menerima pujian? Dari guru, teman, kakak-adik, atau orang tua?

Tanpa kita sadari, kita selalu membutuhkan pujian. Dengan mendapat pujian, kita semakin memahami bahwa ada sesuatu yang spesial dalam diri kita. Kadang kita malah baru menyadari 'oh, ternyata saya punya kelebihan itu ya' atau 'wah, ternyata teman menganggap saya cantik.' 

Selama ini, muncul kecenderungan lebih mudah menilai diri negatif alias menemukan kekurangan diri daripada menilai diri positif. Kita beranggapan jika kita menonjolkan kelebihan diri maka kita akan dicap sombong. Jadi, lebih baik kita menunjukkan kekurangan kita, sehingga bisa lebih diterima oleh teman.

Namun, ketika hal itu terus menerus kita lakukan, ada efek sampingnya juga. Tanpa disadari, kita malah terjebak dalam citra diri yang negatif alias memandang diri ini hanya penuh kekurangan. Keengganan menggali kelebihan diri malah membuat kita terserang penyakit akut: krisis pede alias krisis percaya diri. 

Nah, pujian dari teman akan sangat membantu kita menyadari ada banyak kelebihan diri yang membuat kita unik, limited edition. Cuma ada satu kamu lho di dunia ini! :-)

Saya membagikan pada siswa satu lembar kertas kerja. Setiap siswa diminta menuliskan nama pada tempat tersedia. Lalu kertas tersebut diberikan kepada teman-teman di kelas secara bergantian, sampai kertas tersebut kembali pada siswa. Siapapun yang menerima kertas itu harus menuliskan satu kelebihan si pemilik kertas. 

Selama proses kegiatan, ada siswa yang bingung, ada pula yang dengan mudah menuliskan kelebihan teman-temannya. Meskipun demikian, ketika kertas tersebut kembali pada setiap siswa, mereka menyambutnya dengan gembira. Kadang sambil mengira-ngira, siapakah yang menulis ini, yang menulis itu. 

Setelah membaca pujian dari teman-teman, sebagian besar siswa mengaku kaget, shock, dan tidak menyangka akan mendapat pujian seperti itu. Meskipun tampak kaget, mereka juga mengaku sangat senang karena pujian-pujian tersebut bisa membuat mereka lebih percaya diri sekaligus memberikan dorongan untuk semakin memperbaiki diri sendiri. 

Bagi saya pribadi, kegiatan ini dapat membantu siswa untuk semakin mengenali kelebihan dirinya, sekaligus memberikan pengaruh positif pada citra diri masing-masing. Setiap pujian yang disampaikan teman merupakan bentuk perhatian siswa satu sama lain, menunjukkan bahwa kamu peduli! 

Sedikit tips nih!
Jika kertas ini sudah kembali pada kamu, tempel di buku BP, di lemari, atau di meja belajar. Setiap kali kamu merasa sedang sedih atau down, bacalah lagi pujian dari temanmu. Itu akan membangkitkan perasaan senang dalam diri kamu, sekaligus percaya bahwa kamu memang spesial! :-)

Sumber di sini
Sumber di sini

Give your friends a compliment today! 

I can live for two months on a good compliment
~ Mark Twain ~


Thursday, November 17, 2011

Bersikap asertif: belajar dari Joni Blak-blakan


Masih ingat iklan Axis versi Joni Blak-blakan?
Saya menggunakan iklan ini sebagai contoh kasus yang harus didiskusikan para siswa. Video Joni Blak-blakan saya putar lagi di kelas (meski sebagian besar siswa hapal di luar kepala, hehehe), dan meminta mereka mendiskusikannya dalam kelompok kecil: pelajaran apa saja yang bisa mereka ambil dari cerita Joni. Kemudian setiap kelompok harus mempresentasikan di depan kelas dengan media power point.

Seluruh siswa sepakat, sebetulnya Joni mencoba berkata jujur. Namun, cara penyampaiannya tidak tepat, sehingga orang lain tersinggung. Joni sangat blak-blakan dalam mengungkapkan apa yang ia pikirkan, sementara bagi kebanyakan orang, mereka tidak suka diberi tahu apa yang harus dilakukan atau bagaimana seharusnya. Pendek kata, Joni jadi terkesan ikut campur urusan orang lain.

Cerita Joni Blak-blakan ini menjadi pengantar bagaimana berperilaku asertif. Berperilaku asertif berarti kita bisa mengungkapkan apa pendapat kita dengan memperhatikan situasi, menggunakan kata yang tepat, dan berbicara dengan jelas serta pantas, dengan tetap menjaga perasaan orang lain. Melalui perilaku asertif, tercapai kesepakatan 'saya senang, kamu juga senang.'

Berperilaku asertif menunjukkan kita dapat menyampaikan apa pikiran kita dengan cara yang sopan, sambil tetap menghormati dan menghargai orang lain. Berperilaku asertif juga dapat tampak lewat bahasa non verbal kita, yakni melakukan kontak mata serta suara yang jelas dan meyakinkan saat berbicara.

Dengan berperilaku asertif, orang lain akan menghargai dan percaya pada kita. Mereka juga akan merasa diterima dan dihargai oleh kita, sehingga mereka pun bersikap positif kepada kita. Sementara bagi kita sendiri, berperilaku asertif memberikan keuntungan bagaimana kita tahu apa yang kita mau dan mampu menyampaikan apa yang kita butuhkan dengan baik. Nggak ada lagi cerita memendam sesuatu dalam hati yang berbuntut pada kebiasaan ngedumel di belakang orang lain, hanya karena kita tidak mau menyampaikan pendapat kita sebenarnya dengan baik. Ujung-ujungnya, kita jadi merasa lebih happy

Berikut beberapa contoh berperilaku asertif dalam kehidupan sehari-hari.
  • Bertanya pada guru ketika ada materi pelajaran yang belum dipahami
  • Menolak ajakan teman bermain saat memang harus mengerjakan hal lain yang lebih penting
  • Bertanya dengan sopan pada pelayan di restoran ketika pesanan yang diantar tidak sesuai dengan pesanan awal

Jadi, mengapa harus menunggu orang lain untuk berperilaku asertif? Mulailah dari diri kamu sendiri dan kamu akan merasa jauhhh lebih bahagia!