Showing posts with label I'm special. Show all posts
Showing posts with label I'm special. Show all posts
Tuesday, November 29, 2011

Citra Diri: bagaimana kamu memandang diri kamu sendiri



Saya selalu memulai pembelajaran di kelas 7 dengan mengenali diri sendiri. Mengapa penting? 
Bagi para siswa yang beranjak remaja, pencarian jati diri menjadi isu paling hot sepanjang masa remaja. Jika saat berseragam putih merah, identitas diri mereka baru terbatas pada hal-hal yang tampak secara kasat mata alias hal-hal fisik, maka memasuki masa remaja, identitas diri juga menyangkut pada hal-hal dalam diri yang ingin mereka tampilkan. Sebut saja, kelebihan, keahlian dalam hal tertentu, hal-hal yang disukai, dan lain sebagainya yang membuat diri mereka tampil unik. 

Keunikan itulah yang harus dipegang teguh oleh setiap individu. Dengan menyadari bahwa dirinya unik, kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki menjadi sesuatu yang membuat seseorang semakin spesial dan tidak ada duanya di dunia! 

Jadi, semakin kamu berhasil menemukan banyak hal positif dalam diri kamu, semakin kamu bahagia atas apapun yang kamu miliki sekarang. Semakin kamu happy dengan apa yang sudah kamu miliki, semakin kamu menghargai pula dirimu sendiri. Kalau bukan kamu yang memulai, siapa lagi? :)


Wednesday, November 23, 2011

Wow, you're amazing today!


Pujian.
Seberapa sering kamu menerima pujian? Dari guru, teman, kakak-adik, atau orang tua?

Tanpa kita sadari, kita selalu membutuhkan pujian. Dengan mendapat pujian, kita semakin memahami bahwa ada sesuatu yang spesial dalam diri kita. Kadang kita malah baru menyadari 'oh, ternyata saya punya kelebihan itu ya' atau 'wah, ternyata teman menganggap saya cantik.' 

Selama ini, muncul kecenderungan lebih mudah menilai diri negatif alias menemukan kekurangan diri daripada menilai diri positif. Kita beranggapan jika kita menonjolkan kelebihan diri maka kita akan dicap sombong. Jadi, lebih baik kita menunjukkan kekurangan kita, sehingga bisa lebih diterima oleh teman.

Namun, ketika hal itu terus menerus kita lakukan, ada efek sampingnya juga. Tanpa disadari, kita malah terjebak dalam citra diri yang negatif alias memandang diri ini hanya penuh kekurangan. Keengganan menggali kelebihan diri malah membuat kita terserang penyakit akut: krisis pede alias krisis percaya diri. 

Nah, pujian dari teman akan sangat membantu kita menyadari ada banyak kelebihan diri yang membuat kita unik, limited edition. Cuma ada satu kamu lho di dunia ini! :-)

Saya membagikan pada siswa satu lembar kertas kerja. Setiap siswa diminta menuliskan nama pada tempat tersedia. Lalu kertas tersebut diberikan kepada teman-teman di kelas secara bergantian, sampai kertas tersebut kembali pada siswa. Siapapun yang menerima kertas itu harus menuliskan satu kelebihan si pemilik kertas. 

Selama proses kegiatan, ada siswa yang bingung, ada pula yang dengan mudah menuliskan kelebihan teman-temannya. Meskipun demikian, ketika kertas tersebut kembali pada setiap siswa, mereka menyambutnya dengan gembira. Kadang sambil mengira-ngira, siapakah yang menulis ini, yang menulis itu. 

Setelah membaca pujian dari teman-teman, sebagian besar siswa mengaku kaget, shock, dan tidak menyangka akan mendapat pujian seperti itu. Meskipun tampak kaget, mereka juga mengaku sangat senang karena pujian-pujian tersebut bisa membuat mereka lebih percaya diri sekaligus memberikan dorongan untuk semakin memperbaiki diri sendiri. 

Bagi saya pribadi, kegiatan ini dapat membantu siswa untuk semakin mengenali kelebihan dirinya, sekaligus memberikan pengaruh positif pada citra diri masing-masing. Setiap pujian yang disampaikan teman merupakan bentuk perhatian siswa satu sama lain, menunjukkan bahwa kamu peduli! 

Sedikit tips nih!
Jika kertas ini sudah kembali pada kamu, tempel di buku BP, di lemari, atau di meja belajar. Setiap kali kamu merasa sedang sedih atau down, bacalah lagi pujian dari temanmu. Itu akan membangkitkan perasaan senang dalam diri kamu, sekaligus percaya bahwa kamu memang spesial! :-)

Sumber di sini
Sumber di sini

Give your friends a compliment today! 

I can live for two months on a good compliment
~ Mark Twain ~


Monday, November 14, 2011

Bagaimana menghadapi perasaan iri?



Ya, rasa iri yang susah payah dipendam, tetapi tetap sulit dihilangkan. Pertanyaan ini muncul dari beberapa siswi saya. Mereka bertanya, kok susah sekali sih menghilangkan rasa iri pada teman yang lebih cantik?
Rumput tetangga memang selalu tampak lebih hijau. Apa yang dimiliki orang lain terlihat lebih bagus, lebih keren, atau lebih baik daripada apa yang kita punya. Sama seperti halnya kita lebih mudah menilai diri kita negatif alias menemukan banyak kekurangan, daripada kelebihan diri. 
Tapi percaya deh, begitu kita bertukar posisi dengan orang lain, ternyata rasanya tidak seenak yang kita bayangkan. Can you imagine that?
Being yourself is much way easier than being others. 
Karena kita memang diciptakan sebagai pribadi yang unik. Supaya nggak terus-terusan merasa iri, kita sendiri yang harus mampu mengendalikan pikiran kita. Yap, everything is set in our mind. Jika kita berpikir kita iri pada teman, kita akan terus terus dan terus merasa iri, merasa diri kita kurang beruntung, merasa diri kita payah, dan merasa diri kita nggak berarti. 
Cobalah untuk menghitung ulang berapa banyak hal dalam diri kita yang patut disyukuri. Bersyukur pada semua hal yang kita miliki sekarang, kelebihan maupun kekurangan diri. Kekurangan juga bukan sesuatu yang perlu disesali atau dibiarkan, tetapi menjadi sesuatu yang harus diperbaiki. Gunakan kelebihan diri untuk mengatasi kekurangan yang kita miliki. 
Semakin banyak kita menemukan hal yang patut disyukuri, semakin membantu kita untuk berpikir POSITIF tentang diri kita sendiri. Ketika kita bisa melihat hal baik dalam diri kita, saat itu juga kita bisa menerima dan menghargai diri kita sendiri. Ya, sebab penerimaan pertama dan paling utama harus datang dari kita, sebagai empunya jiwa dan raga. Kita BERHARGA, dan itu yang membuat setiap orang, termasuk kita, menjadi sangat SPESIAL. 
Karena tahu setiap orang BERHARGA, maka kita juga belajar menghargai orang lain dengan segala keunikannya. 
As we grow as unique persons, we learn to respect the uniqueness of others  
-Robert H. Schuller 
Dipinjam di sini

About Me

Anindita Subawa
View my complete profile

Follow me!

Followers

Powered by Blogger.