Showing posts with label quotes. Show all posts
Showing posts with label quotes. Show all posts
Monday, August 6, 2012

Googling before asking!


Saya follower beberapa akun twitter antara lain Juventus Club Indonesia. Eh? Iya, saya fans Juventus sejak zaman dahulu kala, persisnya SMP kelas 1. Jadi, admin JCI sering update status tentang acara nonton bareng, berita terbaru transfer pemain, sampai acara-acara lain. Saya sering membaca kerepotan si admin membalas mention Juventini yang menanyakan soal transfer pemain atau jadual nonton bareng. Padahal, admin tersebut sudah berkali-kali menuliskan bahwa semua tweet nonton bareng ada di favorites. Begitu juga bila ada pemain baru, admin yang sudah menjelaskan panjang lebar pada tweet terdahulu, masih ditanyakan kembali pertanyaan sama. 

Kebayang nggak, kalau yang bertanya satu atau dua masih oke, lha kalau seluruh jagat twitter menanyakan hal sama? *jedotin kepala ke tembok*

Sampai suatu kali, saking capeknya membalas mention, si admin JCI bilang,
Googling dulu dong, udah ngetwit pake smartphone juga.
Eh, masih saja tuh ada yang membalas begini.
Malas ah min, cariin dong!
Gubrak! 

So, my dear students, you are very lucky to live in gadget-freak-era. I believe each of you already have at least one gadget called blackberry. If you don't, then you have a thing called notebook or computer which connected to internet. 

Is it so hard to googling before asking?

Kalau dulu orang masih harus ngubek-ngubek buku, kamus, ensiklopedi, majalah, surat kabar, atau nonton televisi untuk mengetahui jawaban sebuah pertanyaan, maka kalian cukup menggunakan jari untuk memperoleh semua informasi itu. Tanyakan saja pada Mbah Google, maka semua jawaban akan tersaji dalam waktu kurang dari 1 detik (kalau kamu juga diberkahi koneksi internet super cepat!). 

It is very easy thing to do!

If you are really smart, please googling before asking! :) 


 

Friday, July 27, 2012

Say NO to galau!


Halo! 
Wah, sudah lama juga ya saya absen menulis di sini. Maklum, sibuk dengan jagoan kecil di rumah.

Anyway, selamat datang untuk siswa kelas 7 di SMP YPK! Mudah-mudahan kelas baru, teman baru, guru baru, dan suasana baru membuat kalian semakin bersemangat mengenakan seragam putih biru ya :)

Nah, ngomong-ngomong soal galau, saya sempat membahas ini pada pertemuan awal kelas 8. Tahun ini saya mengajar di kelas 8 Reguler. Saya berusaha menerapkan aturan main yang disepakati bersama siswa. Salah satunya adalah siswa harus tanggung jawab terhadap dirinya sendiri, termasuk manajemen anti galau. Apakah itu?

Yup, remaja masa kini selalu mengacu pada kata galau untuk menggambarkan perasaan mereka yang serba bingung, nggak jelas, nggak tahu, sedih, marah, kecewa, dan lain-lain. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari urusan sekolah (tugas menumpuk, ulangan terus, her melulu), pertemanan, pacar, sampai orang tua. Repotnya lagi, kebanyakan mereka belum memiliki saluran yang tepat untuk menumpahkan kegalauan itu. Lebih suka dipendam, disimpan rapat-rapat, sehingga terasa sesak di dada, memenuhi otak, jadi beban pikiran, daaaannn akhirnya susah konsentrasi di sekolah. 

Apakah ini sehat?

TIDAK!

Say NO to Galau!

Mumpung masih muda serta punya banyak waktu dan energi untuk melakukan hal-hal positif, RUGI kalau hanya menenggelamkan diri dalam kegalauan. Makanya, saya mengingatkan siswa untuk melakukan manajemen anti galau. 

Bagaimana caranya?

  • Kenali penyebab galau. Kadang kita lebih sering bilang 'nggak tahu' jika ditanya kenapa. Bagaimana mau menyelesaikan masalah bila tidak tahu apa penyebabnya. 
  • CURHAT! Biasakan untuk mengekspresikan apa yang dirasakan dengan curhat. Metode curhat juga macam-macam lho. Bisa dengan bercerita pada orang terpercaya (sahabat, orang tua, kakak-adik, guru, dll) atau ekspresikan lewat gambar, tulisan, musik, dll. Pendek kata, ketegangan yang kalian rasakan saat mengalami hal tidak menyenangkan itu harus disalurkan, dikeluarkan, diluapkan, supaya kalian merasa lebih lega. Catatan: hati-hati jika curhat di media sosial (facebook, twitter, blog, dll) karena siapapun bisa membacanya
  • Pilih 'tempat sampah' berkualitas premium. Ya, ini ada hubungannya dengan curhat tadi. Jika ingin bercerita, pilihlah orang yang betul-betul bisa dipercaya dan menjaga curhat tersebut. Kan ribet kalau sudah cerita panjang lebar, eh besoknya si tempat sampah itu bocor. Nah lho, makin pusing deh... Begitu juga kalau sedang ingin berkeluh kesah, lihat-lihat dulu siapa yang sedang diajak bicara. Jadi tidak asal keceplosan curhat ya :)
  • Positive thinking. Ingat deh, sesulit apapun masalah yang kalian alami, pasti ada jalan keluarnya. Setiap masalah itu ada untuk dihadapi dan diselesaikan. Setelah kalian mampu menyelesaikannya, berarti kedewasaan kalian naik satu tingkat! So, positive thinking is a must! Always think at the bright side! 
There always be a rainbow after the rain! | gambar dari sini

So let's make your self HAPPY, instead of become the galau-ers ;D


Wednesday, December 7, 2011

Manajemen Waktu



Mengatur waktu itu susah-susah gampang. Ketika kita hanya memiliki waktu 24 jam 7 hari seminggu, kadang waktu yang sekian banyak pun terasa cepat berlalu. Belum lagi saat menyadari ada begitu banyak hal yang harus dilakukan, termasuk tugas, PR, atau mempersiapkan ulangan. Masih ditambah dengan tugas-tugas rutin di rumah. Duh, rasanya 24 jam itu masih kurang!

Bagaimana dengan kebiasaan kita menunda pekerjaan? Nah, ini penyakit lama yang rentan kambuh setiap saat. Pikiran 'ah masih lama kok mengumpulkan tugas ini' atau 'hari ini main dulu, besok baru bikin tugas' sering muncul dan menjadi alasan terkuat kita untuk menunda menyelesaikan tugas. Namun, semuanya baru terasa saat tugas semakin menumpuk tinggi. Akhirnya, kita kelabakan, panik dan....mengerjakan semuanya serba mepet. Jika semua dikerjakan menjelang waktu pengumpulan, apakah hasilnya akan baik? Biasanya sih...tidak. Jadi hanya alakadarnya saja, asal sudah mengumpulkan tugas. 

Untuk itulah, kita perlu belajar bagaimana mengelola waktu!
Penting untuk dimulai sejak dini, supaya kita juga membiasakan diri untuk hidup teratur dan mendahulukan hal-hal yang harus dikerjakan lebih dulu. 

Waktu, berapapun jumlahnya, sangat berarti. Kadang kita meremehkan keterlambatan satu menit, tetapi bagi orang lain, satu menit punya arti. Berbeda sepersekian milidetik bahkan menjadi bermakna jika kamu tanyakan pada Franklin Ramses Burumi, sprinter asal Papua yang berhasil meraih medali emas nomor 100 m pada SEA Games lalu. 

Bagaimana cara mengelola waktu yang benar? Berikut tips yang bisa kamu terapkan!
  • Buat jadual harian kamu dari bangun tidur sampai tidur kembali. Ini untuk melihat bagaimana pola rutinitas kamu tiap hari. Dari situ, hitunglah berapa banyak waktu yang kamu habiskan untuk belajar (di sekolah dan di rumah), waktu untuk beristirahat dan tidur, waktu untuk bersosialisasi bersama keluarga dan teman, dan waktu untuk dirimu sendiri (berdoa/solat, mandi, melakukan hobi). Jumlah waktu masing-masing kegiatan itu hanya untuk hari sekolah, karena pada hari libur atau akhir pekan tentu kamu akan lebih banyak menempatkan kegiatan santai. Komposisi ideal akan seperti ini:
    • Belajar di sekolah 8 jam, di rumah 2 jam
    • Tidur 8 jam
    • Bersosialisasi 3 jam
    • Me-time 3 jam 
  • Tentukan hal-hal yang menjadi PRIORITAS dalam hidup kamu saat ini. Misalnya, kamu masih bersekolah, maka prioritas utama adalah belajar dan kegiatan sekolah. Selain sekolah, hal yang perlu didahulukan juga adalah keluarga dan ibadah. Ehem, bagaimana dengan pacaran? ;) Well, setiap orang punya prioritasnya sendiri dan akan berbeda tentunya. Kalau kamu sudah punya pacar, boleh-boleh saja, asal belajar-sekolah-keluarga tetap nomor satu :)
  • Punya buku AGENDA! Boleh saja kamu mengatakan, 'kayak anak SD aja, pakai buku tugas.' Faktanya, selama ini kamu lebih banyak lupa pada tugas-PR-ulangan apa saja kan? Atau kamu lebih sering mengandalkan teman yang rajin mencatat dan tinggal sms atau bbm langsung beres. Bagaimana jika sekarang kamu belajar mengandalkan diri kamu sendiri? Jadi, milikilah satu buku khusus untuk mencatat jadual dan segala aktivitas sekolah. Tidak mesti agenda betulan, buku tulis biasa pun bisa jadi agenda. Percaya deh, beban pikiran kamu akan berkurang perlahan ketika kamu lebih rajin mencatat semua hal yang berhubungan dengan sekolah! 
  • Biasakan MENCICIL semua tugas. Sekolah itu berarti tugas yang berkepanjangan tiada akhir bak kereta api. Yang pasti sih tidak ada cerita guru-guru akan berkompromi soal waktu pengumpulan tugas. Setiap guru punya hak yang sama untuk memberikan tugas pada kamu sebagai bentuk penilaian selain ulangan. Jadi, kamu nggak bisa menyalahkan guru ketika ternyata ada dua atau tiga tugas sekaligus dikumpulkan bersamaan. Jalan keluar satu-satunya ya mengerjakan semua tugas itu lebih awal, sehingga hasil yang kamu peroleh pun baik. Ingat lho, mengumpulkan tugas sangat bisa membantu nilai-nilai kamu di rapor!
  • Mengimbangi kerja keras dan ISTIRAHAT cukup. Belajar pol-polan boleh, tetapi kamu juga perlu istirahat cukup. Makanya, belajar sambil begadang amat sangat tidak disarankan. Materi pelajaran bisa dihapal dan disikat habis, tetapi kondisi fisik kamu akan kepayahan saat ulangan tiba. Ujungnya malah nggak bisa konsentrasi. Tetap istirahat cukup, makan dan minum vitamin, sehingga kondisi kamu tetap fit.

The bad news is time flies. 
The good news is you’re the pilot 
(Michael Altshuler)


Dipinjam di sini


Wednesday, November 23, 2011

Wow, you're amazing today!


Pujian.
Seberapa sering kamu menerima pujian? Dari guru, teman, kakak-adik, atau orang tua?

Tanpa kita sadari, kita selalu membutuhkan pujian. Dengan mendapat pujian, kita semakin memahami bahwa ada sesuatu yang spesial dalam diri kita. Kadang kita malah baru menyadari 'oh, ternyata saya punya kelebihan itu ya' atau 'wah, ternyata teman menganggap saya cantik.' 

Selama ini, muncul kecenderungan lebih mudah menilai diri negatif alias menemukan kekurangan diri daripada menilai diri positif. Kita beranggapan jika kita menonjolkan kelebihan diri maka kita akan dicap sombong. Jadi, lebih baik kita menunjukkan kekurangan kita, sehingga bisa lebih diterima oleh teman.

Namun, ketika hal itu terus menerus kita lakukan, ada efek sampingnya juga. Tanpa disadari, kita malah terjebak dalam citra diri yang negatif alias memandang diri ini hanya penuh kekurangan. Keengganan menggali kelebihan diri malah membuat kita terserang penyakit akut: krisis pede alias krisis percaya diri. 

Nah, pujian dari teman akan sangat membantu kita menyadari ada banyak kelebihan diri yang membuat kita unik, limited edition. Cuma ada satu kamu lho di dunia ini! :-)

Saya membagikan pada siswa satu lembar kertas kerja. Setiap siswa diminta menuliskan nama pada tempat tersedia. Lalu kertas tersebut diberikan kepada teman-teman di kelas secara bergantian, sampai kertas tersebut kembali pada siswa. Siapapun yang menerima kertas itu harus menuliskan satu kelebihan si pemilik kertas. 

Selama proses kegiatan, ada siswa yang bingung, ada pula yang dengan mudah menuliskan kelebihan teman-temannya. Meskipun demikian, ketika kertas tersebut kembali pada setiap siswa, mereka menyambutnya dengan gembira. Kadang sambil mengira-ngira, siapakah yang menulis ini, yang menulis itu. 

Setelah membaca pujian dari teman-teman, sebagian besar siswa mengaku kaget, shock, dan tidak menyangka akan mendapat pujian seperti itu. Meskipun tampak kaget, mereka juga mengaku sangat senang karena pujian-pujian tersebut bisa membuat mereka lebih percaya diri sekaligus memberikan dorongan untuk semakin memperbaiki diri sendiri. 

Bagi saya pribadi, kegiatan ini dapat membantu siswa untuk semakin mengenali kelebihan dirinya, sekaligus memberikan pengaruh positif pada citra diri masing-masing. Setiap pujian yang disampaikan teman merupakan bentuk perhatian siswa satu sama lain, menunjukkan bahwa kamu peduli! 

Sedikit tips nih!
Jika kertas ini sudah kembali pada kamu, tempel di buku BP, di lemari, atau di meja belajar. Setiap kali kamu merasa sedang sedih atau down, bacalah lagi pujian dari temanmu. Itu akan membangkitkan perasaan senang dalam diri kamu, sekaligus percaya bahwa kamu memang spesial! :-)

Sumber di sini
Sumber di sini

Give your friends a compliment today! 

I can live for two months on a good compliment
~ Mark Twain ~


Wednesday, November 9, 2011

Friendship


Materi tentang pertemanan sudah pernah disampaikan pada kelas 7, semester 2 tahun ajaran 2010/2011. Materi diawali dengan menanyakan pada siswa:

  1. Apa arti teman?
  2. Apakah ada perbedaan antara teman dan sahabat? Sebutkan alasannya!
  3. Ceritakan kisah atau pengalaman seru bersama teman kamu!
Jawaban yang terkumpul sangat beragam. Saya terkesan dengan bagaimana cara siswa mendeskripsikan arti teman. Bahasa yang mereka gunakan sederhana tetapi memiliki makna mendalam. Berikut beberapa di antaranya.
Teman itu seseorang yang kita kenal, yang bisa membuat kita tersenyum, tertawa, dan menangis. Ia adalah orang yang bisa melengkapi hidup kita. 
Teman adalah bagian diri kita yang hilang.  
Teman adalah seseorang yang jika diajak ngomong nyambung dan memiliki pemikiran yang sama. 
Teman adalah angka 1 yang menemani angka 0. 
Teman adalah keluarga kita di dunia luar
Sementara bagi mayoritas siswa, sahabat memiliki perbedaan dengan teman. Menurut para siswa, dengan sahabat mereka dapat berbagi cerita apapun. Sahabat adalah orang yang mau memberikan hal positif dan berbagi hal-hal baik dengan mereka. Sahabat juga lebih dekat dan mungkin akan diingat sampai dewasa nanti. Seorang siswa bahkan menuturkan, sahabat itu adalah seseorang yang selalu ada saat sedih dan senang, hubungan yang menguntungkan, dan orang yang mengangkat kita dari kesedihan menuju kebahagiaan.

Dalam materi, saya juga menyampaikan, bahwa perbedaan dengan teman adalah hal biasa dan sah-sah saja. Bagaimanapun juga, kita dan teman adalah dua pribadi yang datang dari latar belakang, punya kebiasaan dan sifat yang berbeda. Justru karena perbedaan itulah yang membuat suatu hubungan pertemanan menjadi lebih indah dan lengkap! 

As we grow as unique persons, we learn to respect the uniqueness of othersRobert  H. Schuller

Oleh karena itu, dalam sebuah hubungan pertemanan, kita dan teman harus saling percaya, menghargai, memberi dan menerima, serta mau menerima apa adanya.

Pada akhir materi, saya memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya segala sesuatu tentang teman. Apa saja pertanyaannya? Silakan cek post saya selanjutnya!

Couldn't agree more! | source here

Complete each others! | source here

About Me

Anindita Subawa
View my complete profile

Follow me!

Followers

Powered by Blogger.