Thursday, May 10, 2012

Friendship Q & A (2) - kelas 7 B


Halo!
Setelah lama tidak memperbaharui isi blog, saya kembali!! :)
Kali ini saya akan membahas tentang pertemanan. Ada sekian banyak pertanyaan yang muncul dari siswa kelas 7 tahun ini. Pada post perdana di tahun 2012, berikut pertanyaan dan jawaban tentang pertemanan dari kelas 7 B. Silakan unduh artikel berikut!

Selamat membaca!


Friendship q & A_7b
Wednesday, December 7, 2011

Manajemen Waktu



Mengatur waktu itu susah-susah gampang. Ketika kita hanya memiliki waktu 24 jam 7 hari seminggu, kadang waktu yang sekian banyak pun terasa cepat berlalu. Belum lagi saat menyadari ada begitu banyak hal yang harus dilakukan, termasuk tugas, PR, atau mempersiapkan ulangan. Masih ditambah dengan tugas-tugas rutin di rumah. Duh, rasanya 24 jam itu masih kurang!

Bagaimana dengan kebiasaan kita menunda pekerjaan? Nah, ini penyakit lama yang rentan kambuh setiap saat. Pikiran 'ah masih lama kok mengumpulkan tugas ini' atau 'hari ini main dulu, besok baru bikin tugas' sering muncul dan menjadi alasan terkuat kita untuk menunda menyelesaikan tugas. Namun, semuanya baru terasa saat tugas semakin menumpuk tinggi. Akhirnya, kita kelabakan, panik dan....mengerjakan semuanya serba mepet. Jika semua dikerjakan menjelang waktu pengumpulan, apakah hasilnya akan baik? Biasanya sih...tidak. Jadi hanya alakadarnya saja, asal sudah mengumpulkan tugas. 

Untuk itulah, kita perlu belajar bagaimana mengelola waktu!
Penting untuk dimulai sejak dini, supaya kita juga membiasakan diri untuk hidup teratur dan mendahulukan hal-hal yang harus dikerjakan lebih dulu. 

Waktu, berapapun jumlahnya, sangat berarti. Kadang kita meremehkan keterlambatan satu menit, tetapi bagi orang lain, satu menit punya arti. Berbeda sepersekian milidetik bahkan menjadi bermakna jika kamu tanyakan pada Franklin Ramses Burumi, sprinter asal Papua yang berhasil meraih medali emas nomor 100 m pada SEA Games lalu. 

Bagaimana cara mengelola waktu yang benar? Berikut tips yang bisa kamu terapkan!
  • Buat jadual harian kamu dari bangun tidur sampai tidur kembali. Ini untuk melihat bagaimana pola rutinitas kamu tiap hari. Dari situ, hitunglah berapa banyak waktu yang kamu habiskan untuk belajar (di sekolah dan di rumah), waktu untuk beristirahat dan tidur, waktu untuk bersosialisasi bersama keluarga dan teman, dan waktu untuk dirimu sendiri (berdoa/solat, mandi, melakukan hobi). Jumlah waktu masing-masing kegiatan itu hanya untuk hari sekolah, karena pada hari libur atau akhir pekan tentu kamu akan lebih banyak menempatkan kegiatan santai. Komposisi ideal akan seperti ini:
    • Belajar di sekolah 8 jam, di rumah 2 jam
    • Tidur 8 jam
    • Bersosialisasi 3 jam
    • Me-time 3 jam 
  • Tentukan hal-hal yang menjadi PRIORITAS dalam hidup kamu saat ini. Misalnya, kamu masih bersekolah, maka prioritas utama adalah belajar dan kegiatan sekolah. Selain sekolah, hal yang perlu didahulukan juga adalah keluarga dan ibadah. Ehem, bagaimana dengan pacaran? ;) Well, setiap orang punya prioritasnya sendiri dan akan berbeda tentunya. Kalau kamu sudah punya pacar, boleh-boleh saja, asal belajar-sekolah-keluarga tetap nomor satu :)
  • Punya buku AGENDA! Boleh saja kamu mengatakan, 'kayak anak SD aja, pakai buku tugas.' Faktanya, selama ini kamu lebih banyak lupa pada tugas-PR-ulangan apa saja kan? Atau kamu lebih sering mengandalkan teman yang rajin mencatat dan tinggal sms atau bbm langsung beres. Bagaimana jika sekarang kamu belajar mengandalkan diri kamu sendiri? Jadi, milikilah satu buku khusus untuk mencatat jadual dan segala aktivitas sekolah. Tidak mesti agenda betulan, buku tulis biasa pun bisa jadi agenda. Percaya deh, beban pikiran kamu akan berkurang perlahan ketika kamu lebih rajin mencatat semua hal yang berhubungan dengan sekolah! 
  • Biasakan MENCICIL semua tugas. Sekolah itu berarti tugas yang berkepanjangan tiada akhir bak kereta api. Yang pasti sih tidak ada cerita guru-guru akan berkompromi soal waktu pengumpulan tugas. Setiap guru punya hak yang sama untuk memberikan tugas pada kamu sebagai bentuk penilaian selain ulangan. Jadi, kamu nggak bisa menyalahkan guru ketika ternyata ada dua atau tiga tugas sekaligus dikumpulkan bersamaan. Jalan keluar satu-satunya ya mengerjakan semua tugas itu lebih awal, sehingga hasil yang kamu peroleh pun baik. Ingat lho, mengumpulkan tugas sangat bisa membantu nilai-nilai kamu di rapor!
  • Mengimbangi kerja keras dan ISTIRAHAT cukup. Belajar pol-polan boleh, tetapi kamu juga perlu istirahat cukup. Makanya, belajar sambil begadang amat sangat tidak disarankan. Materi pelajaran bisa dihapal dan disikat habis, tetapi kondisi fisik kamu akan kepayahan saat ulangan tiba. Ujungnya malah nggak bisa konsentrasi. Tetap istirahat cukup, makan dan minum vitamin, sehingga kondisi kamu tetap fit.

The bad news is time flies. 
The good news is you’re the pilot 
(Michael Altshuler)


Dipinjam di sini


Tuesday, November 29, 2011

Find this words!


Teen Issues (Word Finder) Silakan unduh permainan mencari kata-kata ini dan temukan 20 kata yang berkaitan dengan isu-isu remaja! Selamat mencoba!

Citra Diri: bagaimana kamu memandang diri kamu sendiri



Saya selalu memulai pembelajaran di kelas 7 dengan mengenali diri sendiri. Mengapa penting? 
Bagi para siswa yang beranjak remaja, pencarian jati diri menjadi isu paling hot sepanjang masa remaja. Jika saat berseragam putih merah, identitas diri mereka baru terbatas pada hal-hal yang tampak secara kasat mata alias hal-hal fisik, maka memasuki masa remaja, identitas diri juga menyangkut pada hal-hal dalam diri yang ingin mereka tampilkan. Sebut saja, kelebihan, keahlian dalam hal tertentu, hal-hal yang disukai, dan lain sebagainya yang membuat diri mereka tampil unik. 

Keunikan itulah yang harus dipegang teguh oleh setiap individu. Dengan menyadari bahwa dirinya unik, kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki menjadi sesuatu yang membuat seseorang semakin spesial dan tidak ada duanya di dunia! 

Jadi, semakin kamu berhasil menemukan banyak hal positif dalam diri kamu, semakin kamu bahagia atas apapun yang kamu miliki sekarang. Semakin kamu happy dengan apa yang sudah kamu miliki, semakin kamu menghargai pula dirimu sendiri. Kalau bukan kamu yang memulai, siapa lagi? :)


Wednesday, November 23, 2011

Wow, you're amazing today!


Pujian.
Seberapa sering kamu menerima pujian? Dari guru, teman, kakak-adik, atau orang tua?

Tanpa kita sadari, kita selalu membutuhkan pujian. Dengan mendapat pujian, kita semakin memahami bahwa ada sesuatu yang spesial dalam diri kita. Kadang kita malah baru menyadari 'oh, ternyata saya punya kelebihan itu ya' atau 'wah, ternyata teman menganggap saya cantik.' 

Selama ini, muncul kecenderungan lebih mudah menilai diri negatif alias menemukan kekurangan diri daripada menilai diri positif. Kita beranggapan jika kita menonjolkan kelebihan diri maka kita akan dicap sombong. Jadi, lebih baik kita menunjukkan kekurangan kita, sehingga bisa lebih diterima oleh teman.

Namun, ketika hal itu terus menerus kita lakukan, ada efek sampingnya juga. Tanpa disadari, kita malah terjebak dalam citra diri yang negatif alias memandang diri ini hanya penuh kekurangan. Keengganan menggali kelebihan diri malah membuat kita terserang penyakit akut: krisis pede alias krisis percaya diri. 

Nah, pujian dari teman akan sangat membantu kita menyadari ada banyak kelebihan diri yang membuat kita unik, limited edition. Cuma ada satu kamu lho di dunia ini! :-)

Saya membagikan pada siswa satu lembar kertas kerja. Setiap siswa diminta menuliskan nama pada tempat tersedia. Lalu kertas tersebut diberikan kepada teman-teman di kelas secara bergantian, sampai kertas tersebut kembali pada siswa. Siapapun yang menerima kertas itu harus menuliskan satu kelebihan si pemilik kertas. 

Selama proses kegiatan, ada siswa yang bingung, ada pula yang dengan mudah menuliskan kelebihan teman-temannya. Meskipun demikian, ketika kertas tersebut kembali pada setiap siswa, mereka menyambutnya dengan gembira. Kadang sambil mengira-ngira, siapakah yang menulis ini, yang menulis itu. 

Setelah membaca pujian dari teman-teman, sebagian besar siswa mengaku kaget, shock, dan tidak menyangka akan mendapat pujian seperti itu. Meskipun tampak kaget, mereka juga mengaku sangat senang karena pujian-pujian tersebut bisa membuat mereka lebih percaya diri sekaligus memberikan dorongan untuk semakin memperbaiki diri sendiri. 

Bagi saya pribadi, kegiatan ini dapat membantu siswa untuk semakin mengenali kelebihan dirinya, sekaligus memberikan pengaruh positif pada citra diri masing-masing. Setiap pujian yang disampaikan teman merupakan bentuk perhatian siswa satu sama lain, menunjukkan bahwa kamu peduli! 

Sedikit tips nih!
Jika kertas ini sudah kembali pada kamu, tempel di buku BP, di lemari, atau di meja belajar. Setiap kali kamu merasa sedang sedih atau down, bacalah lagi pujian dari temanmu. Itu akan membangkitkan perasaan senang dalam diri kamu, sekaligus percaya bahwa kamu memang spesial! :-)

Sumber di sini
Sumber di sini

Give your friends a compliment today! 

I can live for two months on a good compliment
~ Mark Twain ~


Thursday, November 17, 2011

Bersikap asertif: belajar dari Joni Blak-blakan



Masih ingat iklan Axis versi Joni Blak-blakan?
Saya menggunakan iklan ini sebagai contoh kasus yang harus didiskusikan para siswa. Video Joni Blak-blakan saya putar lagi di kelas (meski sebagian besar siswa hapal di luar kepala, hehehe), dan meminta mereka mendiskusikannya dalam kelompok kecil: pelajaran apa saja yang bisa mereka ambil dari cerita Joni. Kemudian setiap kelompok harus mempresentasikan di depan kelas dengan media power point.

Seluruh siswa sepakat, sebetulnya Joni mencoba berkata jujur. Namun, cara penyampaiannya tidak tepat, sehingga orang lain tersinggung. Joni sangat blak-blakan dalam mengungkapkan apa yang ia pikirkan, sementara bagi kebanyakan orang, mereka tidak suka diberi tahu apa yang harus dilakukan atau bagaimana seharusnya. Pendek kata, Joni jadi terkesan ikut campur urusan orang lain.

Cerita Joni Blak-blakan ini menjadi pengantar bagaimana berperilaku asertif. Berperilaku asertif berarti kita bisa mengungkapkan apa pendapat kita dengan memperhatikan situasi, menggunakan kata yang tepat, dan berbicara dengan jelas serta pantas, dengan tetap menjaga perasaan orang lain. Melalui perilaku asertif, tercapai kesepakatan 'saya senang, kamu juga senang.'

Berperilaku asertif menunjukkan kita dapat menyampaikan apa pikiran kita dengan cara yang sopan, sambil tetap menghormati dan menghargai orang lain. Berperilaku asertif juga dapat tampak lewat bahasa non verbal kita, yakni melakukan kontak mata serta suara yang jelas dan meyakinkan saat berbicara.

Dengan berperilaku asertif, orang lain akan menghargai dan percaya pada kita. Mereka juga akan merasa diterima dan dihargai oleh kita, sehingga mereka pun bersikap positif kepada kita. Sementara bagi kita sendiri, berperilaku asertif memberikan keuntungan bagaimana kita tahu apa yang kita mau dan mampu menyampaikan apa yang kita butuhkan dengan baik. Nggak ada lagi cerita memendam sesuatu dalam hati yang berbuntut pada kebiasaan ngedumel di belakang orang lain, hanya karena kita tidak mau menyampaikan pendapat kita sebenarnya dengan baik. Ujung-ujungnya, kita jadi merasa lebih happy

Berikut beberapa contoh berperilaku asertif dalam kehidupan sehari-hari.
  • Bertanya pada guru ketika ada materi pelajaran yang belum dipahami
  • Menolak ajakan teman bermain saat memang harus mengerjakan hal lain yang lebih penting
  • Bertanya dengan sopan pada pelayan di restoran ketika pesanan yang diantar tidak sesuai dengan pesanan awal

Jadi, mengapa harus menunggu orang lain untuk berperilaku asertif? Mulailah dari diri kamu sendiri dan kamu akan merasa jauhhh lebih bahagia! 

Monday, November 14, 2011

Learning is FUN!


Masih terkait materi Learning Styles atau Gaya Belajar, saya menemukan dua video menarik di Youtube tentang bagaimana mengkombinasikan ketiga gaya belajar menjadi suatu cara belajar yang menyenangkan, FUN!!


Video pertama, tentang bagaimana menghapal suatu bagian dari teks melalui gerakan tubuh dan suara. Dalam prakteknya, ini juga melibatkan visual siswa karena siswa mencontoh gerakan yang diperagakan oleh guru.

Sumber di sini

Video kedua adalah tentang seorang guru yang menyanyikan catatan ekonomi yang ia berikan dengan rap alias ngerap. Wah, asyik banget kan! Siswa bisa memodifikasinya dengan memilih lagu yang ia sukai dan mengganti liriknya dengan materi pelajaran yang harus dihapalkan. Ini juga terinspirasi dari video-video parodi yang diputar pada acara The Hits di Trans TV. Pilih lagumu dan utak-atik lirik lagunya! 

Sumber di sini

Jadi, siapa bilang belajar tidak bisa menyenangkan?

Kita bisa membuatnya menjadi FUN, tergantung bagaimana kita berkreasi! 

About Me

Anindita Subawa
View my complete profile

Follow me!

Followers

Powered by Blogger.